PT Garam Siapkan Investasi Rp7 Triliun Bangun Pabrik Garam Industri dari Limbah RDMP Pertamina Balikpapan

PT Garam siapkan investasi Rp7 triliun bangun pabrik garam industri dari limbah RDMP Pertamina Balikpapan berkapasitas 1 juta ton per tahun, dorong hilirisasi dan substitusi impor.

Feb 14, 2026 - 00:28
 0  25
PT Garam Siapkan Investasi Rp7 Triliun Bangun Pabrik Garam Industri dari Limbah RDMP Pertamina Balikpapan
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - PT Garam, anak usaha dari ID Food, menyiapkan proyek strategis senilai sekitar Rp7 triliun untuk membangun pabrik pengolahan air limbah kilang RDMP Pertamina di Balikpapan menjadi garam industri. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Garam, Pertamina, dan Danantara sebagai bagian dari agenda hilirisasi dan penguatan substitusi impor.

Rencananya, proyek tersebut akan memulai tahap groundbreaking pada April 2026 setelah proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan penyusunan studi kelayakan (feasibility study) rampung. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan limbah industri menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Limbah Kilang Diolah Jadi Garam Industri

Selama ini, limbah air garam dari proses boiler di kilang RDMP Pertamina Balikpapan dinetralisir sebelum akhirnya dibuang ke laut. Melalui proyek ini, air limbah tersebut tidak lagi diperlakukan sebagai residu semata, melainkan sebagai bahan baku potensial untuk produksi garam industri.

PT Garam akan mengolah limbah tersebut menggunakan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR), sebuah sistem penguapan efisien yang memanfaatkan kembali uap hasil evaporasi untuk menekan konsumsi energi. Dengan teknologi ini, kapasitas terpasang pabrik ditargetkan mencapai 1 juta ton garam industri per tahun.

Kapasitas tersebut menjadikan proyek Balikpapan sebagai salah satu fasilitas pengolahan garam berbasis teknologi terbesar di Indonesia. Selain mendukung efisiensi industri, pendekatan ini juga memperkuat prinsip ekonomi sirkular dengan memaksimalkan pemanfaatan limbah.

Proyek Terbesar dalam Agenda Hilirisasi PT Garam

Proyek Balikpapan menjadi inisiatif terbesar dari tujuh proyek hilirisasi yang disiapkan PT Garam. Secara keseluruhan, total rencana investasi perseroan dalam program hilirisasi mencapai sekitar Rp10 triliun.

Selain fasilitas di Balikpapan, PT Garam juga merencanakan pembangunan sejumlah pabrik di berbagai daerah. Di Bipolo, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan dibangun fasilitas pengolahan dengan kapasitas 109.842 ton per tahun. Di Gresik, Jawa Timur, direncanakan dua pabrik MVR dengan kapasitas masing-masing 100.000 ton dan 400.000 ton per tahun.

Sementara itu, di Rote Ndao akan dibangun pabrik berkapasitas 200.000 ton per tahun. PT Garam juga menyiapkan pabrik pengolahan kalsium dan magnesium dari bittern di Sampang, serta fasilitas produksi dengan kapasitas antara 80.000 hingga 160.000 ton per tahun di Sumenep.

Ekspansi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem industri garam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dorong Substitusi Impor dan Nilai Tambah Domestik

Indonesia selama ini masih mengimpor garam industri untuk memenuhi kebutuhan sektor kimia, petrokimia, makanan dan minuman, hingga farmasi. Melalui proyek-proyek hilirisasi ini, PT Garam menargetkan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri agar mampu menggantikan impor secara bertahap.

Pengolahan limbah menjadi garam industri di Balikpapan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, tetapi juga meningkatkan nilai tambah domestik. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi kini diubah menjadi komoditas strategis untuk mendukung industri nasional.

Strategi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri serta penguatan ketahanan pangan dan industri bahan baku.

Kolaborasi BUMN Perkuat Hilirisasi

Sinergi antara PT Garam, Pertamina, dan Danantara mencerminkan kolaborasi antar-BUMN dalam mempercepat proyek-proyek strategis nasional. Integrasi sektor energi, pangan, dan investasi diharapkan mampu menciptakan efisiensi serta mempercepat realisasi proyek.

Dengan target groundbreaking pada April 2026, proyek ini akan menjadi salah satu simbol transformasi industri berbasis hilirisasi dan inovasi teknologi. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas di Balikpapan berpotensi menjadi model pengolahan limbah industri menjadi produk bernilai tambah di Indonesia.

Langkah PT Garam ini menandai pergeseran paradigma, dari sekadar produsen garam konsumsi menjadi pemain utama dalam industri garam berbasis teknologi dan hilirisasi terintegrasi.**DS

Baca juga artikel lainnya :

garam-rebus-aceh-warisan-emas-putih-sejak-zaman-kesultanan-samudra-pasai