Kisah Aminatus Sadiyah, Perempuan Papua yang Mengabdi Mengajarkan Al-Qur’an di Lembah Baliem

Aminatus Sadiyah dari Lembah Baliem, Wamena, mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an kepada ibu-ibu dan anak-anak setiap minggu. Dedikasinya mendapat apresiasi berupa hadiah umrah dari BSMI.

Mar 9, 2026 - 22:58
 0  1
Kisah Aminatus Sadiyah, Perempuan Papua yang Mengabdi Mengajarkan Al-Qur’an di Lembah Baliem
sumber foto : gg

Eksplora.id - Di tengah keindahan alam Lembah Baliem di Wamena, ada kisah inspiratif dari seorang perempuan muda yang mengabdikan dirinya untuk pendidikan agama di tengah masyarakat.

Namanya Aminatus Sadiyah, seorang perempuan asli Papua yang dengan penuh ketulusan mengajarkan ajaran Islam kepada ibu-ibu dan anak-anak di komunitasnya.

Meski tidak menerima bayaran, Aminatus tetap menjalankan aktivitas dakwahnya setiap minggu dengan mengajarkan cara membaca dan melafalkan Al-Qur’an kepada masyarakat sekitar.

Mengajar di Tengah Kesibukan Studi

Di sela-sela kesibukannya menempuh pendidikan, Aminatus tetap menyempatkan diri untuk mengajar. Ia memahami bahwa akses pendidikan agama di daerahnya masih terbatas, sehingga kehadirannya sangat berarti bagi masyarakat.

Setiap pekan, ia mengumpulkan ibu-ibu dan anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an bersama. Kegiatan sederhana ini menjadi ruang belajar sekaligus tempat mempererat kebersamaan di antara warga.

Bagi Aminatus, mengajar bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk pengabdian kepada komunitasnya.

Menjemput dan Mengantar Murid Hingga ke Honai

Dedikasi Aminatus tidak berhenti di ruang belajar. Ia sering melakukan hal-hal yang mungkin terlihat kecil, tetapi sangat berarti bagi masyarakat.

Ia bahkan kerap menjemput dan mengantar para ibu pulang ke rumah mereka, yang dikenal sebagai Honai, rumah tradisional masyarakat di Lembah Baliem.

Perjalanan itu tidak selalu mudah, karena harus melewati jalur perkampungan dan medan yang tidak selalu nyaman. Namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus membantu.

Apresiasi dari BSMI

Pengabdian Aminatus akhirnya mendapat perhatian dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Organisasi kemanusiaan tersebut memberikan penghargaan berupa perjalanan umrah gratis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam melayani masyarakat.

Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas kerja keras dan ketulusan yang selama ini ia lakukan tanpa pamrih.

Tetap Mengabdi Meski Sedang Hamil

Yang membuat kisah Aminatus semakin menyentuh adalah komitmennya yang tidak pernah surut. Bahkan saat sedang hamil hingga setelah melahirkan, ia tetap melanjutkan kegiatan mengajarnya.

Bagi Aminatus, melayani komunitas Muslim di daerahnya bukan sekadar kewajiban, tetapi panggilan hati.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis Papua, dedikasi seperti yang ditunjukkan Aminatus Sadiyah menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil—dan dari orang-orang yang bekerja dengan tulus untuk sesamanya.**DS

Baca juga artikel lainnya :

adidas-ss26-papua-ketika-island-series-mengangkat-identitas-budaya-ke-panggung-global