Kantor Rekrut 11 Kucing Jadi “Staf”: Cara Unik Redakan Stres Karyawan

Perusahaan Jepang Qnote Inc. merekrut 11 kucing sebagai “staf” untuk mengurangi stres karyawan. Apakah konsep kantor ramah hewan ini cocok diterapkan di Indonesia?

Apr 4, 2026 - 23:01
 0  3
Kantor Rekrut 11 Kucing Jadi “Staf”: Cara Unik Redakan Stres Karyawan
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Di tengah tekanan kerja yang semakin tinggi, perusahaan mulai mencari cara kreatif untuk menjaga kesehatan mental karyawan. Salah satu pendekatan unik datang dari Qnote Inc. di Jepang.

Perusahaan teknologi ini merekrut 11 ekor kucing sebagai “staf” di departemen penjualan. Meski terdengar tidak biasa, langkah ini justru punya tujuan serius: mengurangi stres dan meningkatkan suasana kerja.

Kucing di Kantor, Bukan Sekadar Hiburan

Kehadiran kucing di kantor bukan hanya untuk lucu-lucuan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan peliharaan dapat membantu:

  • Menurunkan tingkat stres
  • Mengurangi kecemasan
  • Meningkatkan mood
  • Membuat suasana kerja lebih santai

Di Qnote, kucing-kucing ini menjadi bagian dari keseharian karyawan. Mereka bebas berkeliaran di area kerja, menemani saat bekerja, bahkan “ikut rapat” secara tidak langsung.

Strategi Unik, Dampak Nyata

Pendekatan seperti ini sebenarnya bukan hal baru di Jepang. Budaya kerja yang padat membuat banyak perusahaan mulai lebih memperhatikan keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental.

Dengan menghadirkan kucing, lingkungan kerja menjadi lebih hangat dan tidak kaku. Hal ini secara tidak langsung juga bisa meningkatkan kreativitas dan kenyamanan karyawan.

Apakah Indonesia Perlu Ikut?

Pertanyaannya, apakah konsep ini cocok diterapkan di Indonesia?

Jawabannya: bisa, tapi perlu penyesuaian.

Tidak semua orang nyaman dengan hewan di tempat kerja. Selain itu, ada faktor kebersihan, alergi, hingga aturan kantor yang harus dipertimbangkan.

Namun, ide utamanya bukan sekadar “memelihara kucing di kantor”, melainkan bagaimana perusahaan bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan sehat secara mental.

Alternatif yang Bisa Diterapkan

Jika tidak memungkinkan menghadirkan kucing, ada banyak cara lain yang bisa diadaptasi, seperti:

  • Membuat ruang santai atau wellness corner
  • Mengadakan hari khusus “pet day”
  • Memberikan waktu istirahat yang lebih fleksibel
  • Menghadirkan aktivitas relaksasi untuk karyawan

Intinya adalah menciptakan suasana kerja yang tidak hanya fokus pada target, tetapi juga pada kesejahteraan karyawan.

Langkah Qnote Inc. menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu tentang teknologi—tetapi juga tentang cara memperlakukan manusia di dalamnya.

Mungkin Indonesia belum perlu langsung merekrut 11 kucing di kantor. Tapi satu hal yang bisa dipelajari: karyawan yang bahagia adalah kunci produktivitas yang berkelanjutan.

Kalau menurut kamu, seru gak kalau kantor di Indonesia mulai punya “staf berbulu” juga?.**DS

Baca juga artikel lainnya :

pulau-kecil-di-yunani-tawarkan-tinggal-gratis-bagi-relawan-perawat-kucing-liar