Jawa Barat Larang Total Penanaman Sawit Demi Jaga Kelestarian Lingkungan

Jawa Barat resmi melarang penanaman kelapa sawit demi menjaga lingkungan dan resapan air. Majalengka konsisten menolak sawit, sementara Cirebon mulai tertibkan perkebunan ilegal

Jan 12, 2026 - 22:24
 0  17
Jawa Barat Larang Total Penanaman Sawit Demi Jaga Kelestarian Lingkungan
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengambil langkah tegas untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dengan melarang penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah Jawa Barat. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang ditandatangani pada akhir Desember 2025.

Larangan tersebut didasari pertimbangan ekologis. Kelapa sawit dinilai tidak selaras dengan karakteristik alam Jawa Barat yang memiliki fungsi vital sebagai kawasan resapan air, penyangga lingkungan, serta daerah penopang ketahanan pangan. Ekspansi sawit dikhawatirkan justru memperbesar risiko krisis air, degradasi lahan, dan kerusakan ekosistem.

Majalengka Jadi Contoh Daerah Konsisten

Kabupaten Majalengka menjadi daerah yang paling siap menyambut kebijakan ini. Sejak lama, pemerintah daerah Majalengka telah menutup pintu bagi perkebunan sawit. Berbagai permohonan izin secara konsisten ditolak demi melindungi ketersediaan air bersih dan mempertahankan lahan pertanian pangan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Sikap ini menjadikan Majalengka sebagai contoh daerah yang lebih mengedepankan keberlanjutan lingkungan dibanding ekspansi komoditas perkebunan berskala besar.

Ancaman Sawit Ilegal di Wilayah Perbatasan

Meski larangan sudah diberlakukan, tantangan masih muncul di wilayah perbatasan. Di Desa Cigobang, Kabupaten Cirebon, warga mulai resah dengan kemunculan perkebunan sawit ilegal di kawasan perbukitan. Perkebunan tersebut diduga digerakkan oleh perusahaan swasta melalui skema kerja sama bagi hasil dengan warga.

Masyarakat khawatir, keberadaan sawit di kawasan tersebut akan mempercepat alih fungsi hutan, mengganggu sumber mata air, serta memperparah krisis air bersih yang sudah mulai dirasakan di beberapa wilayah.

Sawit Akan Dialihkan ke Tanaman Ramah Lingkungan

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa kelapa sawit bukan komoditas unggulan daerah. Sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Barat, lahan yang terlanjur ditanami sawit akan diinventarisasi dan secara bertahap dialihkan ke tanaman produktif lain yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan karakter lahan.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan kelestarian alam, ketahanan air, dan keberlanjutan pangan di atas kepentingan ekspansi perkebunan semata.**DS

Baca juga artikel lainnya :

kawasan-bentang-alam-seblat-di-bengkulu-terancam-gajah-sumatera-kehilangan-habitat