2,45 Juta Remaja Indonesia Alami Gangguan Mental, Ini Temuan Terbaru I-NAMHS
Studi I-NAMHS ungkap 2,45 juta remaja Indonesia alami gangguan mental. Gangguan kecemasan jadi yang paling dominan. Simak data lengkapnya di sini.
Eksplora.id - Kesehatan mental remaja di Indonesia kini menjadi perhatian serius. Sebuah penelitian kolaboratif antara University of Queensland dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mencoba mengisi kekosongan data terkait kondisi ini melalui studi bertajuk Indonesia National Adolescent Mental Health Survey.
Hasil penelitian yang dijadwalkan rilis pada 20 Oktober tersebut mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan.
1 dari 20 Remaja Alami Gangguan Mental
Berdasarkan studi I-NAMHS, sekitar 1 dari 20 remaja Indonesia atau setara dengan 5,5% terdiagnosis memiliki gangguan mental.
Diagnosis ini mengacu pada standar internasional DSM-5 yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.
Jika dikonversi ke jumlah populasi, angka tersebut setara dengan sekitar 2,45 juta remaja di Indonesia yang termasuk dalam kategori Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Gangguan Kecemasan Paling Dominan
Dari berbagai jenis gangguan mental yang diteliti, Gangguan Kecemasan menjadi yang paling umum dialami oleh remaja usia 10–17 tahun, dengan prevalensi sekitar 3,7%.
Selain itu, beberapa gangguan lain yang juga ditemukan antara lain:
- Depresi Mayor: sekitar 1,0%
- Gangguan perilaku: sekitar 0,9%
- PTSD: sekitar 0,5%
- ADHD: sekitar 0,5%
Data ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental pada remaja cukup beragam dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pentingnya Data untuk Kebijakan Kesehatan
Selama ini, data nasional terkait kesehatan mental remaja di Indonesia masih terbatas. Kehadiran studi I-NAMHS menjadi langkah penting untuk memberikan gambaran yang lebih akurat.
Dengan data yang lebih jelas, pemerintah dan pemangku kebijakan dapat:
- Menyusun program intervensi yang tepat
- Meningkatkan layanan kesehatan mental
- Mendorong edukasi dan pencegahan sejak dini
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski angka yang ditemukan cukup besar, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental masih menjadi tantangan.
Stigma terhadap gangguan mental sering kali membuat remaja enggan mencari bantuan. Padahal, penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi data statistik, tetapi juga menjadi titik awal perubahan dalam cara pandang masyarakat terhadap kesehatan mental.
Temuan dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey menunjukkan bahwa jutaan remaja di Indonesia menghadapi tantangan kesehatan mental.
Dengan meningkatnya kesadaran dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan penanganan kesehatan mental bisa menjadi lebih inklusif, terbuka, dan mudah diakses.**DS
Baca juga artikel lainnya :
hoarding-disorder-ketika-sulit-melepaskan-barang-menjadi-masalah-serius

