Potensi Pemborosan Program MBG Capai Rp14 Triliun per Tahun, Bapanas Soroti 1,4 Juta Ton Makanan Terbuang

Bapanas soroti potensi pemborosan program Makan Bergizi Gratis hingga Rp14 triliun per tahun akibat 1,4 juta ton makanan terbuang. Ini tantangannya.

Apr 10, 2026 - 23:49
 0  4
Potensi Pemborosan Program MBG Capai Rp14 Triliun per Tahun, Bapanas Soroti 1,4 Juta Ton Makanan Terbuang
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat kini mendapat sorotan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap potensi pemborosan yang cukup besar dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan temuan terbaru, diperkirakan terdapat sekitar 1,4 juta ton makanan terbuang setiap tahun, memunculkan kekhawatiran terkait efektivitas distribusi serta efisiensi penggunaan anggaran negara.


Potensi Kerugian Capai Rp14 Triliun

Jika diasumsikan satu porsi dalam program Makan Bergizi Gratis setara dengan 1 kilogram makanan, maka jumlah makanan yang terbuang mencapai sekitar 1,4 miliar porsi.

Dengan estimasi harga rata-rata Rp10.000 per porsi, potensi nilai anggaran yang terbuang bisa mencapai Rp14 triliun per tahun. Angka ini bahkan belum memperhitungkan biaya tambahan seperti:

  • Produksi
  • Distribusi
  • Operasional

Hal ini menunjukkan bahwa potensi kerugian sebenarnya bisa jauh lebih besar dari perhitungan dasar tersebut.


Tantangan dalam Distribusi dan Perencanaan

Sorotan dari Badan Pangan Nasional tidak hanya pada besarnya angka pemborosan, tetapi juga pada akar permasalahan yang menyertainya.

Beberapa faktor utama yang dinilai berkontribusi terhadap potensi food waste antara lain:

  • Ketidaktepatan perencanaan kebutuhan
  • Distribusi yang tidak merata
  • Data penerima manfaat yang kurang akurat
  • Pola konsumsi yang tidak sesuai

Tanpa sistem yang terintegrasi dan akurat, program sebesar ini berisiko mengalami inefisiensi dalam skala besar.


Food Waste Jadi Isu Serius

Fenomena Food Waste atau pemborosan makanan bukan hanya berdampak pada anggaran negara, tetapi juga pada ketahanan pangan dan lingkungan.

Makanan yang terbuang berarti:

  • Sumber daya produksi ikut terbuang
  • Energi dan biaya distribusi sia-sia
  • Dampak lingkungan meningkat

Dalam konteks program Makan Bergizi Gratis, isu ini menjadi semakin krusial karena tujuan utamanya adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat.


Perlu Pengawasan dan Transparansi

Sejumlah pihak menilai bahwa optimalisasi pengawasan dan transparansi menjadi kunci untuk menekan potensi pemborosan ini.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memperbaiki sistem pendataan penerima manfaat
  • Mengoptimalkan rantai pasok distribusi
  • Melakukan evaluasi berkala berbasis data
  • Meningkatkan koordinasi antar lembaga

Dengan pengelolaan yang tepat, anggaran yang besar dalam program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.


Menjaga Tujuan Awal Program

Program Makan Bergizi Gratis sejatinya memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Namun, tanpa perencanaan dan pengawasan yang matang, potensi pemborosan justru dapat mengurangi efektivitas program tersebut.


Temuan dari Badan Pangan Nasional menjadi peringatan penting bahwa program besar membutuhkan sistem yang solid dan akurat.

Potensi pemborosan hingga Rp14 triliun per tahun bukan sekadar angka, tetapi gambaran tantangan nyata dalam pengelolaan program publik. Ke depan, perbaikan sistem dan transparansi menjadi langkah penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat luas.**DS

Baca juga artikel lainnya :

viral-70-ribu-motor-listrik-untuk-mbg-antara-antusiasme-angka-fantastis-dan-tuntutan-transparansi