Grup Djarum Akuisisi Saham RS Hermina, Tuai Sorotan Netizen

Grup Djarum akuisisi saham RS Hermina dan menuai reaksi netizen. Kritik muncul soal ironi bisnis rokok dan sektor kesehatan.

Apr 1, 2026 - 23:22
 0  4
Grup Djarum Akuisisi Saham RS Hermina, Tuai Sorotan Netizen
sumber foto : gg

Eksplora.id - Grup Djarum yang selama ini dikenal melalui bisnis rokok serta berbagai investasi di sektor perbankan dan teknologi, kini memperluas portofolionya ke industri layanan kesehatan.

Akuisisi saham RS Hermina dinilai sebagai langkah strategis, mengingat sektor kesehatan di Indonesia terus berkembang dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Reaksi Netizen: Sindiran dan Kritik

Meski secara bisnis dinilai wajar, langkah ini justru memicu beragam reaksi dari netizen. Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan berbunyi:

“Cuan mentok ini Grup Djarum, cuan dari jualan rokok, dan cuan dari pasien karena ngerokok.”

Komentar tersebut mencerminkan kritik terhadap ironi yang dirasakan sebagian masyarakat—di mana perusahaan yang identik dengan industri rokok kini juga berinvestasi di sektor kesehatan.

Perspektif Publik

Sebagian netizen melihat langkah ini sebagai bentuk diversifikasi bisnis yang sah dan umum dilakukan oleh perusahaan besar. Namun, tidak sedikit pula yang menilai ada kontradiksi secara moral.

Isu ini kemudian memunculkan diskusi lebih luas mengenai tanggung jawab sosial perusahaan, terutama yang bergerak di industri yang memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Antara Bisnis dan Etika

Dalam dunia bisnis, ekspansi lintas sektor merupakan hal yang lazim. Namun, ketika menyangkut sektor sensitif seperti kesehatan, publik cenderung memberikan perhatian lebih besar.

Perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa masyarakat kini tidak hanya melihat perusahaan dari sisi keuntungan, tetapi juga dari nilai dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Akuisisi saham RS Hermina oleh Grup Djarum menjadi lebih dari sekadar berita bisnis. Di baliknya, tersimpan diskusi tentang etika, persepsi publik, dan arah investasi perusahaan besar di Indonesia.

Apakah ini murni strategi bisnis, atau justru memunculkan pertanyaan moral? Publik tampaknya masih terus memperdebatkannya.**DS

Baca juga artikel lainnya :

sariwangi-resmi-berpindah-tangan-ke-grup-djarum-babak-baru-teh-legendaris-indonesia