Ekspor Salai Pisang Indonesia Ditolak Taiwan, Terkandung Pemanis Terlarang
Taiwan menolak 909 kg salai pisang asal Indonesia karena mengandung sakarin dan siklamat yang dilarang, menyoroti pentingnya standar keamanan pangan ekspor.
Eksplora.id - Otoritas pengawas pangan Taiwan, Taiwan Food and Drug Administration (TFDA), mengumumkan penahanan produk salai pisang asal Indonesia di perbatasan pada Selasa (14/4).
Sebanyak 909 kilogram produk tersebut tidak diizinkan masuk dan akan dikembalikan atau dimusnahkan setelah ditemukan mengandung zat yang tidak sesuai dengan regulasi setempat.
Mengandung Sakarin dan Siklamat
Dalam hasil pemeriksaan, TFDA menemukan adanya kandungan pemanis buatan berupa sakarin sebesar 0,11 gram per kilogram serta asam siklamat sebesar 1,19 gram per kilogram.
Kedua zat tersebut diketahui tidak diperbolehkan dalam produk sejenis di Taiwan, khususnya untuk kategori olahan buah seperti salai pisang.
Produk tersebut diketahui berasal dari produsen Indonesia, Isya Food, yang melakukan ekspor ke pasar Taiwan.
Regulasi Ketat Keamanan Pangan
Taiwan dikenal memiliki standar keamanan pangan yang ketat, terutama terkait penggunaan bahan tambahan makanan. Setiap produk impor wajib memenuhi regulasi yang berlaku, termasuk batasan atau larangan penggunaan zat tertentu.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap standar internasional dalam kegiatan ekspor, terutama bagi pelaku usaha makanan olahan.
Dampak bagi Produk Ekspor
Penolakan ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi akibat produk yang gagal masuk pasar, tetapi juga dapat memengaruhi reputasi produk pangan Indonesia di kancah internasional.
Ke depan, pengawasan kualitas dan penyesuaian terhadap regulasi negara tujuan menjadi hal krusial agar produk ekspor dapat bersaing dan diterima secara global.
Kasus penahanan salai pisang ini menjadi pengingat bahwa standar keamanan pangan setiap negara bisa berbeda. Bagi pelaku usaha, memahami dan memenuhi regulasi tersebut bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis di pasar internasional.**DS
Baca juga artikel lainnya :
rimpi-pisang-dari-tapin-kudapan-tradisional-yang-diabadikan-lewat-lagu-ampar-ampar-pisang

