Ferrari Bagi Bonus Rp 286 Juta ke Karyawan di Italia, Meski Penjualan Turun
Ferrari membagikan bonus tahunan €14.400 atau sekitar Rp286 juta kepada 5.000 karyawan di Italia setelah laba bersih 2025 naik €80 juta, meski penjualan turun tipis menjadi 13.640 unit.
Eksplora.id - Ferrari kembali mencuri perhatian publik, bukan karena peluncuran supercar terbaru, melainkan karena keputusan manajemen yang dinilai berpihak pada karyawan. Pabrikan mobil sport asal Maranello itu mengumumkan pembagian bonus tahunan sebesar €14.400 atau sekitar Rp286 juta per orang kepada sekitar 5.000 karyawan yang terdaftar dan bekerja di Italia.
Keputusan ini diambil setelah Ferrari mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Meskipun jumlah unit terjual sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, laba bersih perusahaan justru meningkat signifikan. Langkah tersebut pun langsung menjadi sorotan, terutama karena nominal bonus yang tergolong besar dan diberikan di tengah tantangan industri otomotif global.
Laba Naik, Penjualan Turun Tipis
Secara angka, Ferrari menjual 13.640 unit mobil sepanjang 2025. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 13.752 unit. Penurunan sekitar 112 unit memang terlihat kecil, namun tetap menunjukkan adanya tekanan pasar.
Menariknya, di tengah penurunan tipis volume penjualan tersebut, laba bersih Ferrari justru meningkat. Perusahaan membukukan kenaikan laba tahunan sebesar €80 juta dari capaian 2024 yang sudah menyentuh angka €1,6 miliar. Artinya, meskipun menjual sedikit lebih sedikit mobil, Ferrari mampu meningkatkan profitabilitasnya.
Kondisi ini memperlihatkan kekuatan model bisnis Ferrari yang tidak semata-mata bergantung pada volume penjualan. Strategi eksklusivitas, harga premium, personalisasi tinggi, serta efisiensi operasional membuat margin keuntungan tetap kuat bahkan ketika jumlah unit yang terjual tidak meningkat.
Bonus Hanya untuk Karyawan di Italia
Bonus sebesar €14.400 per orang akan dibagikan kepada sekitar 5.000 karyawan Ferrari yang berbasis atau terdaftar di Italia. Sementara itu, pekerja Ferrari yang berada di luar Italia tidak termasuk dalam skema pembagian bonus ini.
Kebijakan ini menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dan struktur remunerasi yang berlaku di dalam negeri. Ferrari memang memiliki basis produksi utama di Maranello, Italia, yang menjadi jantung operasional sekaligus simbol identitas merek mereka.
Bagi karyawan di Italia, bonus ini tentu menjadi suntikan motivasi sekaligus penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga performa perusahaan. Nominal sekitar Rp286 juta bukan angka kecil, terutama jika dilihat sebagai tambahan di luar gaji pokok dan fasilitas lainnya.
Strategi Apresiasi yang Menguatkan Loyalitas
Di industri otomotif yang kompetitif, mempertahankan talenta terbaik menjadi faktor krusial. Ferrari selama ini dikenal tidak hanya menjual mobil, tetapi juga menjual warisan, kualitas, dan presisi. Semua itu tentu tidak lepas dari peran ribuan insinyur, teknisi, hingga staf produksi yang bekerja di balik layar.
Pemberian bonus besar ini dapat dibaca sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga loyalitas dan semangat kerja. Di saat banyak perusahaan melakukan efisiensi ketat atau pembekuan insentif, Ferrari justru menunjukkan komitmen berbagi hasil kinerja positif dengan karyawan.
Langkah ini juga memperkuat citra Ferrari sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan pemegang saham, tetapi juga pada kesejahteraan pekerja inti mereka.
Profitabilitas di Atas Volume
Kisah Ferrari tahun 2025 memperlihatkan pelajaran penting dalam dunia bisnis: peningkatan laba tidak selalu harus diiringi lonjakan penjualan. Dengan strategi harga premium, kontrol produksi yang ketat, dan positioning sebagai merek eksklusif, Ferrari mampu menjaga margin tetap tinggi.
Model bisnis seperti ini berbeda dengan produsen massal yang sangat bergantung pada skala volume. Ferrari justru membatasi produksi demi menjaga kelangkaan dan nilai merek. Hasilnya, meski volume turun tipis, laba tetap naik dan ruang untuk berbagi bonus tetap terbuka.
Di tengah dinamika industri otomotif global yang bergerak menuju elektrifikasi dan efisiensi biaya, Ferrari menunjukkan bahwa brand equity dan manajemen profitabilitas yang cermat dapat menghasilkan stabilitas finansial.
Keputusan membagikan bonus Rp286 juta per karyawan di Italia menjadi simbol bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari bagaimana hasil tersebut didistribusikan. Bagi para karyawan di Maranello, musim ini memang terasa seperti “durian runtuh” yang nyata.**DS
Baca juga artikel lainnya :
fontana-del-vino-di-italia-air-mancur-anggur-gratis-yang-jadi-magnet-wisata-dunia

