Asal-Usul Nama Jalangkote, Jajanan Khas Makassar yang Dijual Sambil Berjalan

Nama Jalangkote ternyata berasal dari bahasa Makassar. “Jalang” berarti berjalan dan “kote” berarti berseru, merujuk pada cara penjual dulu menawarkan jajanan ini sambil berjalan dari rumah ke rumah.

Mar 12, 2026 - 22:11
 0  2
Asal-Usul Nama Jalangkote, Jajanan Khas Makassar yang Dijual Sambil Berjalan
sumber foto : gg

Eksplora.id - Di antara banyaknya jajanan tradisional Indonesia, Jalangkote menjadi salah satu kuliner khas yang cukup terkenal dari kawasan timur Indonesia. Sekilas bentuknya mirip pastel, dengan kulit tipis renyah dan isian sayuran yang gurih. Namun, jalangkote memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi rasa, ukuran, maupun cerita di balik namanya.

Menariknya, nama jalangkote ternyata bukan sekadar sebutan biasa. Kata ini berasal dari bahasa daerah yang menggambarkan cara para pedagang menjual makanan tersebut pada masa lalu.

Arti Nama Jalangkote dalam Bahasa Makassar

Secara etimologis, kata jalangkote berasal dari bahasa masyarakat di Makassar.

Dalam bahasa tersebut:

  • “Jalang” berarti berjalan

  • “Kote” berarti berseru atau berteriak

Jika digabungkan, jalangkote secara harfiah dapat diartikan sebagai “berjalan sambil berseru”.

Makna ini berkaitan langsung dengan kebiasaan para pedagang tempo dulu yang menjual jajanan ini secara berkeliling dari kampung ke kampung.

Tradisi Pedagang Keliling di Makassar

Pada masa lalu, sebelum banyak toko kue atau warung modern, jajanan seperti jalangkote biasanya dijual oleh pedagang keliling.

Para penjual membawa dagangan mereka menggunakan keranjang atau wadah khusus. Mereka berjalan menyusuri gang-gang perkampungan, lalu berseru dengan suara keras untuk menawarkan dagangannya kepada warga.

Seruan tersebut menjadi tanda bagi masyarakat bahwa ada pedagang jajanan yang lewat. Cara berjualan seperti ini sangat umum terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tetapi di Makassar kebiasaan itu justru menjadi inspirasi lahirnya nama jalangkote.

Dengan kata lain, nama jalangkote bukan hanya menggambarkan makanan, tetapi juga mengabadikan tradisi ekonomi rakyat yang sederhana namun penuh semangat.

Ciri Khas Jalangkote

Meski sering dianggap sama dengan pastel, jalangkote sebenarnya memiliki beberapa perbedaan yang cukup jelas.

Pertama adalah ketebalan kulitnya. Jalangkote memiliki kulit yang lebih tipis dibandingkan pastel pada umumnya. Kulit yang tipis ini membuat teksturnya terasa lebih ringan dan renyah saat digigit.

Kedua adalah ukurannya. Jalangkote biasanya dibuat dalam ukuran yang relatif kecil, sehingga cocok dijadikan camilan atau teman minum teh.

Ketiga adalah isian khasnya. Jalangkote umumnya berisi campuran:

  • Wortel

  • Kentang

  • Bihun

  • Kadang ditambahkan daging cincang atau telur

Isian tersebut dibumbui dengan rempah sederhana yang menghasilkan rasa gurih khas.

Saus Cuka yang Menjadi Pelengkap

Salah satu hal yang membuat jalangkote berbeda dari pastel di daerah lain adalah cara penyajiannya.

Jalangkote biasanya dinikmati bersama saus cuka pedas manis. Saus ini terbuat dari campuran air, cuka, cabai, gula, dan bawang.

Perpaduan antara kulit renyah, isian gurih, dan saus cuka yang segar menciptakan kombinasi rasa yang unik dan khas kuliner Makassar.

Bagi banyak orang, saus cuka ini justru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman makan jalangkote.

Jalangkote dalam Budaya Kuliner Sulawesi Selatan

Kini jalangkote tidak lagi hanya dijual oleh pedagang keliling. Makanan ini bisa ditemukan di berbagai tempat, seperti:

  • Pasar tradisional

  • Toko kue

  • Warung jajanan

  • Acara keluarga dan hajatan

Di beberapa tempat di Sulawesi Selatan, jalangkote bahkan menjadi hidangan wajib saat acara kumpul keluarga atau perayaan tertentu.

Popularitasnya juga membuat jalangkote mulai dikenal di berbagai daerah lain di Indonesia.

Warisan Kuliner yang Menyimpan Cerita

Kuliner tradisional sering kali bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita yang menyertainya. Jalangkote adalah salah satu contoh bagaimana makanan sederhana dapat menyimpan sejarah kecil dalam kehidupan masyarakat.

Dari kebiasaan pedagang yang berjalan menyusuri kampung sambil berseru menawarkan dagangan, lahirlah sebuah nama yang bertahan hingga sekarang.

Nama tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap makanan tradisional, ada kisah tentang kehidupan, perjuangan, dan kreativitas masyarakat lokal.

Lebih dari Sekadar Jajanan

Hari ini, jalangkote tidak hanya dikenal sebagai camilan lezat. Ia juga menjadi bagian dari identitas kuliner kota Makassar yang kaya akan tradisi makanan.

Setiap gigitan jalangkote membawa kita pada cerita masa lalu—tentang pedagang yang berjalan dari satu rumah ke rumah lain, berseru menawarkan jajanan hangat kepada warga kampung.

Dari tradisi sederhana itu, lahirlah sebuah kuliner yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan tetap dicintai hingga generasi sekarang.**DS

Baca juga artikel lainnya :

mie-titi-kuliner-legendaris-makassar-yang-renyah-dan-sarat-sejarah